Keragaman haruslah diilhami sebagai suatu anugerah keragaman yang

Keragaman
adalah suatu anugerah

Bumi
sejatinya dapat dijadikan sebagai tempat yang damai penuh cinta kasih bagi manusia.
Namun, hal tersebut tergantung kepada manusia itu sendiri, apakah bersedia
hidup rukun dan damai ataukah sibuk dengan konflik dan pertikaian. Begitu juga
dengan  Indonesia, bumi pertiwi yang kaya akan limpah ruah
kekayaan alam dilengkai dengan warna warni budaya, suku, etnis, bahasa, kepercayaan.

Perbedaan
tersebut bukanlah sesuatu yang
tabu, akan tetapi dengan adanya perbedaan tersebut haruslah diilhami sebagai suatu anugerah keragaman yang tak terkira
harganya, yaitu kekayaan bangsa yang penuh dengan nuansa
dan variasi. Dengan adanya
keragaman tersebut semakin menambah rasa syukur kita sebagai bangsa yang besar
dan memiliki potensi besar dalam membangun masa depan cerah Indonesia. Anugerah yang tidak dimiliki oleh sembarang negara di dunia. Sudah semestinya apabila
seluruh elemen masyarakat Indonesia
tanpa terkecuali pandai-pandai mensyukurinya keberagaman  tersebut
 dengan sikap saling menghormati dan
merangkul semua golongan tanpa terkecuali, mengingat persatuan dan kesatuan
merupakan modal utama dalam menciptakan bangsa yang kuat berdaulat menciptakan
masyakarat yang adil, makmur, damai dan sejahtera.

Toleransi  sesungguhnya adalah
visi agama

Agama,
sebagaimana telah banyak dibahas dalam  berbagai forum
diskusi ilmiah  dan berbagai sumber literatur
merupakan salah satu faktor yang berkontribusi nyata dan utama dalam
menciptakan atmosfir suasana kehidupan manusia. Agama, dalam perspektif
sosiologis menurut Casram (2016), memiliki peran dan fungsi ganda, baik yang
bersifat konstruktif maupun destruktif. Singkatnya adalah, peran agama secara
konstruktif akan membuat ikatan agama menjadi lebih ketat, bahkan sering
melebihi ikatan darah dan hubungan nasab atau ketururnan. Oleh karena itu, sebab
agama, sebuah komunitas atau masyarakat akan hidup dalam kerukunan dan
kedamaian yang utuh dan bersatu. Sebaliknya, secara destruktif, agama juga
memiliki kekuatan merusak, memporak-porandakan persatuan dan bahkan dapat
memutus ikatan tali persatuan dan
kesatuan.

Kehidupan
sosial masyarakat yang terbentuk atas dasar multikultural dan memiliki semangat
hidup damai dalam kemajemukan akan menjadi mungkin apabila semua masyarakat
mampu mengakomodasi perbedaan dan keragaman tersebut, sehingga toleransi agama
menjadi sebuah keniscayaan sebagai upaya untuk menjamin stabilitas sosial dari
tuntutan ideologis ini. Kehidupan sosial dan agama hendaknya tidak tersisih
satu sama lain dan haruslah terintegrasi ke dalam satu kesatuan yang utuh dan
konkret.

Di
dalam ajaran agama Islam sendiri, menurut Muhammad Yasir (2014), toleransi
merupakan bagian dari visi teologi atau akidah islamiah dan masuk dalam sistem
teologi Islam. Hal ini sejatinya harus dikaji secara  lebih mendalam dan diaplikasikan dalam semua aspek kehidupan beragama, karena
ia merupakan suatu keniscayaan sosial bagi seluruh umat yang sudah memiliki
kepercayaan penuh dalam dirinya sebagai makhluk Tuhan yang memiliki keimanan
seutuhnya.

Toleransi
agama yang ideal selayaknya harus dibangun oleh pertisipasi aktif semua anggota
masyarakat beragama tanpa terkecuali
 yang hidup dalam
kemajemukan guna mencapai tujuan-tujuan yang sama atas dasar kebersamaan, rasa
hormat dan saling memahami terkait pelaksanaan ritual dan doktrin-doktrin
tertentu dari masing-masing agama. Beragam rumusan tentang tipologi hubungan
antar agama seperti eksklusifisme, inklusifisme, pluralisme dan lain sebagainya
sering dikemukakan untuk membawa keragaman ini ke tahap dialog harmonis agama
yang lebih intensif dan saling
merangkul satu sama lain.

Generasi
Muda merangkul perbedaan, mencintai

Kehidupan ini selalu menunjukkan
kondisi yang tak pasti dan beragam. Keberagaman dalam kehidupan menunjukkan
bahwa dunia dan kehidupan di dalamnya masih pada kondisi normal. Keberagaman
dalam wadah kehidupan bak hamparan tanah yang ditumbuhi beraneka macam tumbuhan
dan bunga-bunga. Keberagaman menjadi indah apabila dapat tertata dengan baik
sebagaimana juga keberagaman akan memperlihatkan keindahan nan eksotik jika
dapat dihargai oleh setiap kelompok yang ada secara nyata.

Oleh karena itu melalui semboyan
 “Bhinneka Tunggal Ika” yang telah lama diusung
oleh para leluhur bangsa diharapkan generasi muda sebagai penerus tonggak
estafet perjuangan Indonesia  dapat
senantiasa menggengam erat semangat persatuan dan kesatuan antar golongan yang
meskipun memiliki pandangan dan gagasan yang berbeda, agar tidak sampai memecah
belah pondasi bangsa ini yang didasari oleh semangat persatuan dan kesatuan.

Perbedaan bukanlah suatu
penghalang dalam mewujudkan negri yang makmur , maju dan didamba oleh seluruh
rakyatnya, akan tetapi marilah kita menjadi bangsa besar yang senantiasa
mengingat sejarah sebagaimana bangsa ini dapat lahir dan merdeka, yang lahir
dari pengorbanan jiwa raga tanpa pamrih dari berbagai golongan yang ada dengan
mengedepankan satu cita-cita “Indonesia”.

 

Related Posts

© All Right Reserved