METODE di sekolah. Pembelajaran di bangku persekolahan dibagi

METODE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWAFITRIYANIE-mail: [email protected] Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaFakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Muhammadiyah MalangABSTRAK Penulisan ini dilatar belakangi oleh pembelajaran yang saat ini masih sangat kurang mampu membuat siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam sebuah kegiatan pembelajaran. Karena pada dasarnya pembelajaran harus sebisa mungkin terwujud dalam suasana yang menyenangkan dan melibatkan keaktifan peserta didik agar peserta didik dapat memahami pembelajaran yang bermakna dan benar-benar memahami apa yang dipelajari, dengan begitu sebagai seorang guru harus mampu membuat sebuah metode yang salah satunya yaitu metode Role Playing. masih banyak sekali yang terjadi tentang Pola pembelajaran yang biasanya masih sering diterapkan atau digunakan guru adalah pola pembelajaran teacher centered, dimana guru perperan memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa yang disertai dengan metode ceramah,tanya jawab, dan pemberian tugas. dari hal tersebut yang membuat pembelajaran kurang efektif. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode role playing terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran bahasa indonesia. Metode yang digunakan yaitu  metode deskriptif.Kata kunci: Metode Role Playing, Kemampuan Berpikir KritisA. PENDAHULUANKegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua orang pelaku, yaitu guru dan siswa. Perilaku guru adalah mengajar dan perilaku siswa adalah belajar, kedua perilaku  tersebut terkait dengan bahan pembelajaran. Bahan pembelajaran dapat berupa pengetahuan, nilai-nilai kesusilaan, seni, agama, sikap dan keterampilan, karaena kegiatan guru dan siswa dalam kaitannya dengan bahan pengajaran adalah metode pembelajaran. Dalam proses belajar mengajar terdapat kesiapan siswa dengan segala potensinya yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik, juga guru yang mampu menciptakan suasana belajar yang mendukung pemberdayaan seluruh potensi yang dimiliki siswa, Potensi anak didik perlu ditingkatkan melalui arahan dan bimbingan yang diberikan oleh guru di sekolah. Pembelajaran di bangku persekolahan dibagi dalam beberapa jenjang yang dimulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Pendidikan dasar merupakan fondasi dalam membangun pendidikan berkualitas pada jenjang berikutnya. Metode pembelajaran memegang peranan penting dalam rangkaian sistem pembelajaran, untuk itu diperlukan kecerdasan dan kemahiran guru dalam memilih metode pembelajaran. Agar tujuan belajar baik secara kognitif, afektif maupun psikomotor dapat tercapai, maka metode pembelajaraan dapat diarahkan untuk mencapai sasaran tersebut, yaitu lebih banyak menekankan pembelajaran proses (Sumiati dan Asra, 2009: 91). Metode pembelajaran menekankan pada proses belajar siswa secara aktif dalam upaya memperoleh kemampuan hasil belajar. Masalah pendidikan merupakan masalah yang sangat penting, karena pendidikan itu akan sangat berpengaruh terhadap pekembangan hidup manusia. Sekolah sebagai tempat proses belajar mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu pendidikan di sekolah memegang peran peting dalam rangka mewujudkan tercapainya pendidikan nasional secara optimal seperti yang diharapkan. Bahasa Indonesia sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan membekali bagi siswa untuk mengembangakn bahasa di samping aspek penalaran dan hafalan sehingga pengetahuan dan informasi yang diterima siswa sebatas produk bahasa dan sastra. maka dari itu Guru harus dapat menanamkan kemampuan berfikir kritis siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan susana bermain dan menyenangkan, sehingga siswa merasa bahwa pelajaran Bahasa Indonesia itu tidak sulit. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yakni dengan menggunakan metode role playing dalam kegiatan belajar megajar.Menurut Miftahul Huda (2013: 115) Role Playing merupakan sebuah model pembelajaran yang berasal dari dimensi pendidikan individu maupun sosial. Model ini membantu masing-masing siswa untuk menemukan makna pribadi dalam dunia sosial mereka dan membantu memecahkan dilema perbadi dengan bantuan kelompok. Dalam hal ini metode role playing diharapkan dapat menjadikan pembelajaran lebih menantang kemampuan berpikir kritis dan mengembangkan potensi siswa. Metode role playing diarahkan pada pemecahan masalah dengan cara berpikir kritis lewat peran yang dimainkan yang menyangkut hubungan antar manusia, terutama yang menyangkut kehidupan peserta didik.B. PEMBAHASAN1) Metode Role PlayingMetode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan materi pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa, pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memamerkannya sebagai tokoh hidup atau benda mati yang dikaitkan dengan materi pelajaran yang dibahasnya (Syaiful Bahri Djamarah dan Zain, 2008:28). Melalui aktivitas role playing siswa diajak untuk memahami materi pelajaran melalui kegiatan bermain peran, siswa juga bekerja sama dan mendiskusikannya, sehingga secara bersama-sama siswa dapat mengeksplorasi perasaan, sikap, nilai dan berbagai strategi pemecahan masalah.Banyak sekali yang terjadi saat ini seorang guru yang kurang menerapkan bagaimana metode pembelajaran yang cocok untuk siswa apalagi dalam materi Bahasa Indonesia dirasakan kurang adanya pengembangan metode atau model pembelajaran yang salah satu penyebabnya adalah karena siswa belum memahami konsep-konsep dasar Bahasa Indonesia mengingat selama ini pemberian materi hanya dilakukan melalui ceramah dan penugasan dan sesekali portfolio. Padahal pemahaman atas konsep dasar Bahasa Indonesia tidak cukup apabila hanya dilakukan melalui kedua metode tersebut. Main Sufanti (2010: 13-14) Menyatakan bahwa Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersatra yang meliputi aspek-aspek : (a) mendengar, (b) berbicara, (c) membaca, dan (d) menulis. Komponen kemapuan berbahasa adalah kemampuan yang menuntut siswa untuk berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia, dengan begitu Perlu adanya upaya tindak lanjut yang salah satunya berupa penerapan metode role playing, karena guru sendiri belum menciptakan suasana pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung pada siswa yakni dengan cara siswa mengalami atau memerankan suatu kejadian atau peristiwa, kerena Model role playing dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan memotivasi siswa terhadap suatu mata pelajaran dan materi pelajaran, sehingga dengan demikian juga dapat meningkatkan pemahaman terhadap konsep-konsep yang sedang dibelajarkan kepada mereka. Apalagi untuk mempersiapkan pembelajaran dengan model ini mereka harus terlebih dahulu melakukan studi tentang karakter atau tokoh yang akan diperankan atau dibuat skenarionya.2) Kelebihan Dan Kelemahan Role PlayingDalam pelaksanaan metode pembelajaran Role Playing memiliki kelebihan dan kelemahan yang harus diketahui oleh guru. Menurut Roestiyah (2008: 93), kelebihan metode Role Playing (bermain peran) adalah: siswa lebih tertarik perhatiannya pada saat pembelajaran, melatih siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran, memunculkan rasa tanggung jawab terhadap peran yang dilakoni, siswa akan terlatih untuk berinisiatif dan berkreatif, bahasa lisan siswa dapat dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami orang lain. Sedangkan kelemahan penggunaan role playing yaitu: Model bermain peranan memerlukan waktu yang relatif panjang/banyak, Memerlukan kreativitas dan daya kreasi yang tinggi dari pihak guru maupun murid dan ini tidak semua guru memilikinya, Apabila pelaksanaan sosiodrama dan bermain peran mengalami kegagalan, bukan saja dapat memberi kesan kurang baik, tetapi sekaligus berarti tujuan pengajaran tidak tercapai. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran role playing adalah model pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap materi pelajaran yang disajikan, sehingga tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai.3) Kemampuan Berfikir SiswaBerpikir kritis tidaklah mudah seperti halnya menghafal karena berpikir kritis kita harus menggabungkan kata-kata yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi. Fisher ( 2009: 4) mengatakan bahwa, Berpikir kritis adalah pemikiran yang masuk akal dan reflektif yang berfokus untuk memutuskan apa yang mesti dipercaya atau dilakukan. Dalam berpikir kritis siswa dituntut menggunakan strategi kognitif tertentu yang tepat untuk menguji keandalan gagasan pemecahan masalah dan mengatasi kesalahan atau kekurangan. Menurut Paul (dalam Fisher, 2009: 4) Berfikir kritis adalah model berpikir-mengenai hal, subtansi atau masalah apa saja di mana si pemikir meningkatkan kualitas pemikirannya dengan menangani secara terampil stuktur-struktur yang melekat dalam pemikiran dan menerapkan standar-standar intelektual padanya.Berdasarkan beberapa pendapat ahli tersebut, dapat diambil kesimpulan mengenai pengertian kemampuan berpikir kritis yaitu sebuah kemampuan yang dimiliki setiap orang untuk menganalisis ide atau gagasan ke arah yang lebih spesifik untuk mengejar pengetahuan yang relevan tentang dunia dengan melibatkan evaluasi bukti. Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan untuk menganalisis suatu permasalahan hingga pada tahap pencarian solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Orang-orang yang memiliki kemampuan berpikir kritis tidak hanya mengenal sebuah jawaban. Mereka akan mencoba mengembangkan kemungkinan-kemungkinan jawaban lain berdasarkan analisis dan informasi yang telah didapat dari suatu permasalahan. Berpikir kritis berarti melakukan proses penalaran terhadap suatu masalah sampai pada tahap kompleks tentang mengapa dan bagaimana proses pemecahannya.4) Metode Role Playing dalam Pembelajaran Drama untuk Meningkatkan Kemampuan berfikir Kritis SiswaAda banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang guru untuk meningkatkan hasil belajar siswanya, misalnya dengan memilih strategi, pendekatan dan model belajar serta penggunaan media dan sumber belajar. Hal ini dilakukan supaya tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik dan maksimal. Salah satu model yang akan digunakan adalah dengan menggunakan model pembelajaran bermain peran (role playing). Dalam model pembelajaran bermain peran (role playing) ini, siswa tidak hanya dilatih untuk dapat berbicara dengan baik dan benar tapi juga siswa diajak untuk mengembangkan keterampilannya dan sikap dalam memecahkan suatu masalah. Dengan menggunakan model pembelajaran bermain peran (role playing), siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan berfikir kritis serta aktif dalam proses pembelajaran sehingga diharapkan semua siswa paham terhadap materi yang disampaikan dan diajarkan. Untuk dapat menerapkan metode role playing (bermain peranan) pada pengajaran secara baik dan terarah, guru harus menjelaskan dulu teknik metode ini secara jelas kepada siswa yang akan melaksanakannya. Selanjutnya guru memilih dan menentukan topik atau pokok bahasan yang komprehensif yang dapat didramatisasikan. Melalui latihan yang baik dan teratur, pokok bahasan ini dapat dilakonkan di muka kelas. Dengan cara ini, minat dan perhatian murid terhadap pelajaran yang terlalu kaku dan menjemukan, dapat disegarkan kembali melalui metode ini. Sosiodrama yang menyakinkan, dapat membangkitkan minat anak didik kepada pengajaran secara keseluruhan. Untuk meningkatkan kognisi dan psikomotor murid-murid melalui metode sosiodrama dan bermain peranan ini, setelah dramatisasi itu dilaksanakan, guru mengadakan diskusi dengan murid secara keseluruhan tentang topik dan pelaksanaan drama tadi. Dengan demikian, kognisi dan psikomotor murid secara keseluruhan dapat pula ditingkatkan melalui bimbingan drama tersebut. Jadi, dramatisasi dan permainan peranan itu menjadi lebih bermakna sebagai suatu metode interaksi edukatif yang lebih terpadu. Pada kesempatan ini, guru dan murid tetap melakukan pembinaan konsep dan pengembangan generalisasi sampai kepada menarik kesimpulan-kesimpulan tentang role playing (bermain peranan) tadi.C. KESIMPULANDari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa metode role playing adalah pengembangan imajinasi dan penghayatan yang dilakukan oleh siswa dengan cara memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Dengan adanya model pembelajaran ini mampu membantu guru untuk lebih mengembangakan daya cipta dan kreatifitas guru sehingga dalam pengembangan pembelajarannya lebih mudah diterima oleh siswa. Bagi siswa juga Role Playing yang dalam bentuk dramatisasi yang mampu menyalurkan daya imajinasi siswa dengan begitu siswa dituntut untuk cepat memahami materi.Daftar PustakaAlec Fisher. 2009. Berpikir Kritis: Sebuah Pengantar. Jakarta: Erlangga.Huda, Miftahul. 2013. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Roestiyah. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta Sufanti, Main. 2010. Strategi Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Surakarta: Yuma Pustaka.Sumiati dan Asra. 2009. Metode Pembelajaran. Bandung: CV Wacana PrimaSyaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta.

Related Posts

© All Right Reserved