PENDAHULUANAnak mendongeng juga memiliki manfaat lain seperti menambah

PENDAHULUANAnak tumbuh dan berkembang tak lepas dari bimbingan dan arahan orang tua. Ketika anak menyukai suatu hal, itu karena anak mendapat bimbingan serta dukungan dari orang  tua. Begitu juga jika anak tidak menyukai suatu hal yang dapat disebabkan kurangnya dukungan dan dorongan dari orang tua.Sejak kecil hingga dewasa, semua anak memiliki minat beraneka ragam, mulai dari menyanyi, bercerita/mendongen, membuat sesuatu, dan lain sebagainya. Hal ini tidak jauh dari apa yang mereka lihat dan pehatikan sejak kecil. Jika anak memiliki minat bermusik mungkin karena sejak kecil ia melihat orang tuanya sering mendengarkan music atau bermain music, jika anak berminta pada membuat sesuatu mungkin karena orang tuanya gemar membuat sesuatu dari nol (0), atau mingkin jika anak berminat bercerita itu karena ia melihat orang tuanya sering menceritakan/mendongeng kepadanya semasa kecil.Orang tua yang mendongengi anak, baik sebelum tidur atau saat senggang, umumnya memiliki kedekatan yang lebih baik dibanding mereka yang tidak meluangkan waktu untuk mendongeng. Dengan orang tua yang meluangkan waktu kepaa anak, tentu akan terjalin sebuah kedekatan emosional dan psikologikal yang lebih baik daripada umumya. Semakin sering orang tua mendongeng maka akan semakin dekat pula hubungan anak dengan orang tua. Selain itu, mendongeng juga memiliki manfaat lain seperti menambah pengetahuhan serta hiburan bagi anak. Oleh karenanya, penulis akan membahas kedekatan orang tua dan anak melalui mendongen.TUJUAN Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui kedekatan orang tua dengan anak melalui mendongeng/bercerita.METODE Metode yang dilakukan untuk menyelesaikan karya ilmiah ini ialah metode kuantitatif, yaitu data yang digunakan berasal dari lisan maupun tulisan. Untuk memenuhi kebutuhan informasi penulisan karya tulis, penulis melakukan wawancara anak-anak berusia 3-8 tahun sebagai narasumber. Selain itu, sumber lain yang berasal dari buku maupun internet juga penulis gunakan sebagai bahan referensi dalam penulisan karya ilmiah.PEMBAHASANDongengDongeng menurut Huck, Hopler, dan Hickman (Ardini, 2012) merupakan segala bentuk narasi, baik tertulis maupun lisan, yang diceritakan secara turun-menurun (all forms of narrative, written, or oral, which have come to be handed down through the years).  Menurut Carr Lemon dan Cannadine dongeng adalah cerita peri atau imajinasi tentang kebaikan yang mengalahkan kejahatan dan keadilan ditegakkan (the common man’s fairy tale. They are unadorned stories. Folk tales common plots where good overcomes evil and justice served). Selain itu mendongeng merupakan kegiatan bertutur dengan intonasi yang jelas, menceritakan sesuatu yang berkesan, menarik, memiliki nilai-nilai khusus (Hidayati, 2013). Sehingga dapat dikatakan bahwa dongeng merupakan cerita yang telah ada sejak nenek moyang, diturunkan dari generasi ke generasi baik secara oral maupun tertulis dan berisi tentang kemenangan kebaikan atas kejahatan dan mendongeng merupakan kegiatan bercerita untuk menceritakan suatu hal yang menarik serta memiliki kesan tersendiri. Menurut Al-Qudsy, Nurhidayah, dan Nur’aini dalam Pengaruh Dongeng dan Komunikasi terhadap Perkembangan Moral Anak Usia 7-8 Tahun (Ardini, 2012), mendongeng memiliki beberapa manfaat, yaitu:dapat mengembangkan daya imajinasi anak, dapat meningkatkan kemampuan berbahasa bagi anak usia dini, sebagai penumbuh dan pengembang nilai-nilai moral dalam diri anak, pembentuk karakter positif dalam diri anak, sebagai penghibur dan penyembuh luka trauma psikologis bagi anak, meningkatkan konsentrasi anak, merangsang rasa ingin tahu anak, penumbuh dan mengembangkan minat baca pada anak, merekatkan dan menghangatkan hubungan antara orang tua dan anak.Mengembangkan daya imajinasi maksudnya ialah anak dapat memiliki daya kreatifitas yang tinggi karena kreatifitas dimulai dari memiliki imajinasi. Kemampuan bahasa meningkat karena sejak dini anak sudah mulai dikenalkan dengan berbagai kosa kata, baik yang diucapkan orang tua saat membacakan atau menceritakan sebuah cerita atau saat anak melihat buku yang dibacakan orang tua. Dalam menceritakan sebuah cerita, tentu si pencerita akan menceritakan sebuah kisah yang memiliki nilai positif sehingga si pendengar menangkap pesan positif tersebut. Nilai-nilai yangtelah ditanamkan sejak dini ini, meski anak tidak langsung menyadarinya, akan membentuk karakter yang positif pada anak. Mendongeng juga dapat menjadi penghibur karena cerita yang diangkat memiliki unsure yang tidak biasa dalam kehidupan sehingga memberikan kesan segar. Selain itu, mendongeng atau membacakan cerita dapat mengasah konsentrasi anak karena anak perlu berkonsentrasi penuh agar dapat menikmati cerita. Usai mendengarkan cerita, biasanya anak akan bertanya berbagai hal yang berkaitan maupun tidak berkaitan secara langsung dengan cerita. Sebagai orang tua, persiapkan perbagai jawaban yang mudah diterima dan masuk akal sehingga anak tidak keliru dengan jawabana yang diberika. Seringnya anak terpapar buku atau yang berhubungan dengan itu akan menumbuhkan ketertarikan anak akan buku. Ini akan berpengaruh pada meningkatnya minat anak terhadap buku. Orang tua sebaiknya mendukung pertumbuhan minat anak agar anak tumbuh menjadi bibit cemerlang.Mendongeng dapat menghangatkan hubungan antara orang tua dengan anak. Hal ini terjadi karena mendongeng merupakan salah satu bagian komunikasi. komunikasi terjadi karena adanya kegiatan timbal balik dari si pembicara dan si pendengar. Manusia sebagai mahluk sosial membutuhkan komunikasi agar tidak merasa tertinggal atau terasingkan. Komunikasi merupakan alat ampuh dalam mempererat keharmonisan antarkeluarga, khususnya orang tua dan anak (Dani, 2013). Komunikasi yang berkelanjutan antara orang tua dan anak merupakan kondisi yang ideal, akan tetapi dengan semakin canggihnya perkembangan teknologi komunikasi anatara orang tua dan anak mulai berkurang. Anak kini mulai sibuk dengan gadget atau media lainnya dan orang tua juga sibuk dengan gadget dan media lainnya. kesibukan masing-masing ini menyebabkan berkurangnya komunikasi antara orang tua dan anak. Padahal anak masih perlu dikontrol oleh orangtua dalam menggunakan dan mengakses teknologi yang digunakan karena banyaknya tampilan atau informasi yang kurang mendidik anak-anak (desy ery dani). Selain sibuk dengan alat komunikasi atau media lain seperti televisi, laptop/komputer, komunikasi antara orang tua dan anak berkurang karena orang tua lebih menyerahkan pengaruhan anak kepada perawat. Hal ini akan menyebabkan anak lebih dekat dengan perawat dan hubungan anak dengan orang tua akan merenggang. Penyebab merenggangnya hubungan anak dengan orang tua adalah kurangnya orang tua meluangkan waktu luang untuk bersantai atau membacakan buku kepada anak. Setelah lelah bekerja, orang tua menginginkan waktu untuk beristirahat dan akhirnya tidak memberikan waktu luang atau membacakan buku. Orang tua kurang menyadari bahwa dengan bercerita, mendongeng, atau membacakan buku terdapat pesan bahwa orang tua mengasihi, perduli, dan memberikan perhatian kepada anak. Mendongeng atau membacakan buku kepada anak merupakan kegiatan positif yang dapat mengeratkan hubungan orang tua dan anak dan kegiatan ini tidak hanya kegiatan untuk menidurkan anak, melainkan meningkatkan kedekatan ibu dan anak, mengembangkan kemampuan otak anak dan mengoptimalkan perkembangan psikologis dan kecerdasan emosional (Verawati, 2013).Jenis Dongeng dan Ragam BacaanMendongeng tidak harus dengan cara membacakan buku, tapi dapat juga dilakukan dengan bercerita kepada anak apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang dilanjutkan dengan memancing anak untuk bertanya kepada orang tua. Atau bisa juga dengan orang tua mengarang sebuah cerita tentang hewan atau manusia yang terselip pesan moral di dalamnya. Dongeng dengan hewan berbicara dalam kehidupan disebut fabel. Fabel merupakan binatang yang dapat berbicara dan bertingkah seperti manusia. Umumnya pesan moral yang diberikan di antaranya agar anak bisa memahami perasaan binatang atau agar anak memberikan kasih sayang kepada binatang. Selain untuk memberikan pelajaran untuk menyayangi anak, jenis dongeng ini untuk menggambarkan perwatakan dan sifat baik dan buruk hewan, contoh kerukunan semut yang saling menyapa kawanananya dan memiliki ketekunan bekerja yang tinggi sehingga pada musim hujan mereka memiliki persediaan makan yang cukup.Selain fabel terdapat pula jenis lainnya yaitu dongeng biasa. Dongeng ini mengisahkan cerita yang memiliki kisah bermuatan suka dan duka yang dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi cerita yang menarik dan bermuatan moral. Dongeng klasik yang biasa di ceritakan ialah seperti dongeng bawang putih dan bawang merah. Manfaat dari dongeng ini biasanya memiliki kisah retorika dalam cerita yang dapat ditemukan pada kehidupan sehari hari. Sebagai contoh rasa saling sayang menyanyi antara sahabat, keluarga dan seluruh lingkungan yang ada. Dalam dongeng ini kecenderungan kemiripan dengan realita yang ada memang lebih besar daripada dongeng binatang/fabel.Ketiga, dongeng lelucon. Dongeng ini lebih banyak memuat cerita-cerita humor yang menyuguhkan hiburan bagi anak seperti cerita Si Kabayan dari Jawa Barat yang lugu dan penuh dengan akal dalam kehidupan sehari-hari. Dongen ini selain sebagai hiburan bisa juga untuk mengajarkan nilai-nilai moral dari tokoh-tokoh di dalamnya. Pendongeng dalam hal ini harus mampu mengolah cerita sedemikian rupa agar dongeng tersebut tidak hanya menjadi hiburan semata (Roni, 2011) Dalam literatur anak mengenal format (bentuk) dan genre (jenis). Format berkaitan dengan bentuk buku, jumlah halaman, dan hal-hal fisik dan penyajian, serta target pembacanya yang spesifik. Sedangkan genre berkaitan dengan jenis tulisan, isi, dan pesan di dalamnya. Untuk semua umur, genre bisa diberikan. Format bacaan anak terdiri dari:Picture book, cirinya adalah dominasi ilustrasi dan teks yang sedikit. Jumlah halaman paling banyak 32 halaman dan targetnya adalah anak-anak usia dini.Illustrated book, cirinya adalah teks lebih banyak, ilustrasi hanya untuk membantu dan melengkapi. Target pembaca adalah anak-anak TK-SD kelas awal. Illustrated book dapat berisi satu cerita panjang atau beberapa cerita pendek yang dikumpulkan dalam satu buku. Jenis buku tersebut biasanya dikenal sebagai Kumcer (kumpulan cerita) atau Kumdong (kumpulan dongeng).Novela, novelet, novel pertama (first novel), novel transisi, adalah novel pendek untuk peralihan bagi anak yang biasa baca picbook ke novel yang lebih padat teksnya. Secara umum untuk anak SD kelas rendah. Halaman jadinya paling banyak 56-64 halaman.Novel anak (middle grade novel), untuk anak lebih besar, biasanya 8 atau 9 tahun ke atas.Novel preteen, teen, young adult, remaja, untuk anak usia 11 tahun ke atas. (Hidayati, 2013) Hasil WawancaraHasil wawancara dengan beberapa anak dengan rentang usia 3-8 tahun ialah mereka berpendapat bahwa perkembangan teknologi telah memangkas waktu berkualitas antara anak dan orang tua. Mereka berpendapat baik orang tua dan diri sendiri sama-sama sibuk dengan gedget satu sama lain sehingga kurang menjalin kedekatan emosi. Selain itu kegiatan yang dilakukan bersama orang tua, jika memungkinkan, adalah menonton acara di televise bersama atau pergi belanja ke mol. Selain itu, orang tua yang terlalu letih setelah bekerja seharian enggan untuk meluangkan waktu sejenak untuk menjalin hubungan dengan anak melalui bercerita atau mendongeng. Mereka lebih memilik istirahat di kamar atau menonton televisi di dalam rumah. Hal ini menyebabkan anak lebih sering bermain gadget atau bermain bersama teman sebaya. Jarangnya orang tua memberikan contoh untuk berteman dengan buku menyebabkan mereka kurang familiar dengan buku. Mereka lebih familiar dengan game online dan permainan lainnya di gadget. Tapi saat ditanya format buku apa yang mereka sukai, mayoritas menjawab menyukai buku dengan ilustrasi sebagai sajian utama (picture book) dan buku yang memiliki ilustrasi sebagai pelengkap cerita (illustrated book).KESIMPULANDari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa mendongeng dapat mempengaruhi kedekatan hubungan antara orang tua dan anak. Hal ini terjadi karena orang tua dapat meluangkan waktunya untuk membacakan cerita atau mendongeng sehingga menjadi waktu berkualitas anata anak dan orang tua. Orang tua yang meluangkan waktu untuk anak memberikan pesan bahwa orang tua mencurahkan kasih sayang, perhatian, dan perduli terhadap anak, kegiatan yang sering dilakukan bersama orang tua akan mengembangkan kemampuan otak anak dan mengoptimalkan perkembangan psikologis dan kecerdasan emosional.Jika orang tua bingung atau tidak tahu bagaimana cara mendongeng yang baik, orang tua dapat memulai dengan bercerita atau membacakan buku yang berjenis fabel, dongeng yang memiliki nilai moral, maupun buku berjenis lelucon yang didalamnya memiliki nilai positif. Selain format buku yang digemari anak-anak adalah buku yang didominasi oleh ilustrasi (picture book) dan buku yang memiliki ilustrasi sebagai pelengkap cerita (illustrated book) diantara format buku bacaan anak lainnya, yaitu novella, novel anak, maupun novel pre-teen.

Related Posts

© All Right Reserved
x

Hi!
I'm Melba!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out