Visi dari perspektif psikologis. Hal ini terkait dengan

Visi Indonesia 2045 untuk menjadi
negara maju dan kuat merupakan keinginan yang membutuhkan dukungan dari semua
orang Indonesia. Meski, situasi saat ini masih jauh dari bagus, tapi motivasi
untuk bergerak maju harus selalu tetap kuat. Membuka pintu gerbang pendidikan
untuk semua adalah satu-satunya cara untuk membangun sumber daya manusia
bangsa. Sejalan dengan peningkatan kualitas pendidikan, Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan, Bapak Muhammad Nuh, berpidato pada Hari Kemerdekaan Indonesia ke-
67 di Jakarta menyatakan bahwa aspek yang paling penting untuk dipusatkan di
bidang pendidikan dan budaya adalah 1. Memperkuat akademik kemampuan dengan
logika dan kejujuran; 2. Menumbuhkan Nasionalisme; 3. Menumbuhkan perawatan,
toleransi, dan rasa hormat; 4. Menanamkan nilai-nilai demokrasi; 5. Menegakkan
hukum. Beliau menambahkan bahwa dengan menerapkan semua elemen karakter di
dalamnya pendidikan, mimpi Indonesia tahun 2045 bukan lagi mimpi dan mimpi itu
menjadi kenyataan.

Pendidikan merupakan media terbaik
untuk membangun bangsa menjadi bangsa yang hebat di semua sektor. Dengan
demikian, sangat penting bagi pemerintah untuk membuka gerbang akses pendidikan
bagi semua orang Indonesia mulai dari pendidikan untuk anak-anak atau
pendidikan anak usia dini sampai tingkat pendidikan tinggi. Penting juga bagi
pemerintah untuk dapat memastikan bahwa semua hal yang bisa menghalangi orang
untuk mengakses pendidikan harus terungkap. Pemerintah melalui Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan kebijakan untuk membuka akses
pendidikan selebar mungkin. Beberapa tindakan yang dilakukan oleh pemerintah
Indonesia untuk memberikan akses pendidikan adalah uang kuliah gratis, uang
saku untuk siswa miskin, beasiswa, serta membangun beberapa sekolah.

Karakter dianggap sebagai bagian dari elemen
psiko-sosial yang terkait dengan konteks sekitarnya (Koesoema, 2007: 79). 
Karakter biasanya dilihat dari perspektif psikologis. Hal ini terkait
dengan aspek perilaku, sikap, cara dan kualitas berikut yang membedakan satu
orang dengan orang lain atau unsur spesifik yang bisa menyebabkan seseorang
menjadi lebih menonjol dari orang lain. Karakter adalah bagian dari unsur
spesifik manusia yang meliputi kemampuan mereka menghadapi tantangan dan
kesulitan (Kemko Kesra 2010: 7).  Karakter menentukan pikiran pribadi
seseorang dan tindakan seseorang dilakukan. Karakter yang baik adalah
motivasi batin untuk melakukannya apa yang benar, sesuai dengan standar
perilaku tertinggi dalam setiap situasi (Hill, 2005).

Karakter itu terkait dengan keseluruhan kinerja
seseorang dan interaksinya di sekitarnya. Dengan demikian, karakter
mencakup nilai moral, sikap, dan tingkah laku. Seseorang dianggap memiliki
karakter yang baik dari sikap dan tindakan yang dilakukan yang mencerminkan
tertentu karakter. Karena itu, karakter terlihat atau tercermin dari
kebiasaan sehari-hari manusia. Cronbach mengatakan (1977: 57): “Karakter
bukanlah akumulasi dari kebiasaan dan gagasan yang terpisah. Karakter
adalah aspek dari kepribadian. Keyakinan, perasaan, dan tindakan saling terkait; Mengubah
karakter adalah mengatur ulang kepribadian. Pelajaran kecil tentang
prinsip-prinsip perilaku baik tidak akan efektif jika tidak terintegrasi dengan
sistem kepercayaan orang tentang dirinya sendiri, tentang orang lain, dan
tentang kebaikan masyarakat”. Karakter, seperti yang disebutkan oleh
Cronbach, bukanlah entitas yang memisahkan kebiasaan dan gagasan. Karakter
adalah aspek perilaku, percaya, perasaan, dan tindakan yang saling terkait satu
sama lain sehingga jika seseorang menginginkannya ubah karakter tertentu,
mereka perlu mengatur ulang elemen karakter dasar mereka.

Sebagai unsur penting yang
menentukan kekuatan bangsa, karakter bangsa harus ditanamkan atau dibudidayakan
kepada kaum generasi muda. Generasi muda adalah pemilik dan agen perubahan
bangsa. Mereka tidak mengalami prosesnya Menumbuhkan karakter bangsa sejak awal
seperti yang dilakukan oleh beberapa pemimpin di masa lalu. Tanpa tindakan
apapun menginternalisasi dan mensosialisasikan nilai karakter bangsa, dianggap
bahwa generasi muda akan lemah yayasan dalam membangun bangsa. Dengan demikian,
pendidikan karakter sangat penting bagi mereka. Pendidikan karakter bukan
program baru. Ini telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak
berabad-abad yang lalu. Memang, Pendidikan itu sendiri adalah media untuk
mencapai pengetahuan dan kebijaksanaan untuk menjalani hidup dan menciptakan
kehidupan yang prima bagi manusia. Berkaitan dengan pendidikan karakter,
terminologi pendidikan disebut sebagai proses mengumpulkan pengetahuan yang baik,
sikap, dan tindakan. Pendidikan dimulai dengan membangun kesadaran, perasaan,
perhatian, intensi, pengetahuan, kepercayaan dan formasi kebiasaan. Oleh karena
itu, konsep pendidikan karakter adalah 1. Karakter tidak diajarkan tapi ini
adalah formasi kebiasaan Contoh menginternalisasi nilai, memilih pilihan yang
baik, melakukannya sebagai kebiasaan, dan memberi contoh; 2. Mendidik Karakter
untuk pemuda harus melibatkan situasi dan kondisi pemuda. 3. Dalam Pendidikan
beberapa masalah harus dilakukan dianggap; situasi belajar, proses belajar,
materi pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. 4. Karakter pendidikan adalah
proses yang tidak pernah berakhir

 

Sumber:

Koesoema A,
Doni. 2007. Pendidikan Karakter Strategi Mendidik Anak di Zaman Global.
Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Related Posts

© All Right Reserved